tweeter : @lislustya // facebook : Rahayu Sulistyawati // Skype : tya.dekorasia

Monday, November 11, 2013

Mom, Dad, I love you


“Sebenar-benarnya rindu,
Ia terletak diantara dadaku dan Ibu”.

I took the short poem from www.hurufkecil.net
Yea, when we talk about Mom, Dad, it couldn’t be enough to write although we spend thousands papers. We feel that we’ve so much sin, still naughty, can’t make them happyh, blah blah blah....Even if we do apologizing everyday, it’s also never enough.
Dear Mom, I know you’re now on your bed room. Our bed rooms are closed, but I don’t wanna disturb you. I let you to take rest since tomorrow we’ll get up earlier. You will take me to bus station to catch a bus for reaching Jogja. Yea, seems we do this regularly, on Monday morning exactly. I don’t know, I don’t know when this thing will be stopped. To be sure, I actually don’t want to bother you for this such thing. I’m sorry, Mom. Thanks for being my great Mom and I love you.
Dear Dad, I bet you’re now also on your bed room, but our bed room are further. I hope the bed room is as proper as bed room here. You never changed, Dad. You’re still a hard worker. You work for us, even though you sacrifice your much time in far places. I think, already two weeks we don’t meet each other. Next week, when I go home, I hope I can meet you. I’m sorry, Dad, for still bothering you with this and that, disturbing you with these and those things. Thanks for being my superb Dad and I love you.
Mom, Dad, looking at you both happy is everything for me.
These are my worlds :

Saturday, October 26, 2013

Jagongan Wagen (JW) – keNYANG mingKEM

Jagongan Wagen, acara rutin yang digelar oleh Padepokan Seni Bagong Kusudiardja setiap malem minggu terakhir setiap bulannya. Acarany berbeda-beda dan pasti seru-seru. Ada musik, tari, teater, pameran dll. 
Waktu itu, Sabtu 31 Agustus 2013. Uh, tak terasa sudah sekitaran dua bulan yang lalu. Time flies. Dya think so?
Pertunjukan seni malem itu berjudul “keNYANG mingKEM”, mengangkat dan meninggikan suara mulut ( swara cangkem). Para seniman di episode itu menghadirkan kekuatan seni dengan mengolah kekuatan “cangkem”nya. Mereka mengolah A I U E O dengan gaya masing masing yang menciptakan imajinasi yang berbeda-beda saat kita mendengarnya. Ada lucu, sedih, cinta-cintanya. Didukung dengan tata lampu yang keren, penonton yang banyak, teh anget yang gratis :p 

Wanna share some picts below:

Yang ini kece, baju-bajunya dari plastic bubble gitu, uhh so creative they were 

 

Oh ya, aku nonton bareng temen-temen. Waktu itu, di PSBK lantai atas sedang ada pameran. Kita lihat dan mejeng-mejeng disana hehhehee.....
Mejeng :p


Hi Lotus, what are you playing?

Mbak Puana, what are you playing?

Nah, sekarang udah hari Sabtu, ntar malem minggu terakhir di bulan Oktober ini. Kalo mau nonton JW bisa klik link berikut untuk infonya.

http://www.per4an.com/content/2483/jagongan-wagen-edisi-oktober-2013-gerak-gerik-garis/

Unfortunately, I could see since I’d like going home. Mmm, would you see with me next month then?:D

Friday, October 25, 2013

Sometimes, Kosan itu semacam Bandara

Time DOES Flies
Ternyata aku udah 3 taon kerja di Jogja, uh,,,I neva think before, selama aku kerja, ini yang terlama.
Selama 3 taon udah 3 kali ganti kosan. Pertama dulu, awal-awal, kosan dicariin sama kantor, dibayarin kantor, letaknya di Desa Wisata Kasongan. I was amazed, all the people in the tourism village did handicraft made of any materials. Mereka super kreatif. Someday, if you go to Jogja, I highly recommend you to come to Kasongan. Bisa nyari handicraft apa aja, mulae dari harga 1000 (ya 1000!), sampe jutaan.
Kosan yang murah dan sederhana. Bandara yang nyaman, kecil, pun tidak ramai. Hanya 3 kamar yang disewakan disitu. Waktu itu aku tinggal bersama keluarga Ibu Kos. Hmm, they were like my new family.
Bandara, tempat untuk transit. Ada yang sebulan, 3 bulan, 6 bulan lebih lama karena mungkin pesawatnya delay. Aku termasuk lama transit disitu, mungkin sekitar 8 bulanan. Entah waktu itu, aku nunggu pesawat yang mana. Tak banyak waktu untuk mengenal mereka. Kenalan dengan berbagai orang, temenan, sesaat.  Memutuskan keluar dari situ, karena pengen nyoba bandara lain. As you could imagine, Jakarta airport is different from Papua airport.  Seperti itu.
I then moved to the second airport. Bandara yang dekeeet banget sama kantor. Jalan kaki palingan Cuma lima sepuluh menit.  Bandara yang totally different dengan sebelumnya. Disitu ada sekitar 25 kamar yang disewakan. Bandara yang lebih luas, rame, fasilitas lengkap, and not too expensive. What do you think? Perfect? Superb perfect? Hmmm, NO for me. Hanya bertahan sebulan di bandara itu. Ada banyak alasan ketika yang keliatannya perfect itu terasa sangat tidak nyaman. Aturan yang banyak, Jam malam, Penjaga-penjaga yang aneh, and so on and so on. Something I really like from the airport is, aku masi keep in touch dengan beberapa orang yang dulu pernah transit disitu. Sekarang, mereka juga sudah menemukan bandara yang baru, yang dirasa nyaman, walaupun kelihatannya tidak se perfect bandara sebelumnya.
Sekarang aku sedang sangat menikmati transit di bandara yang ketiga. Letaknya cukup strategis, dekat kemana saja. Ke kantor, ke terminal jika akan mudik, ke sanggar jika ada latihan nari, ke keraton, alun-alun, taman sari dll jika akan refreshing, ke minimarket jika akan belanja kebutuhan sehari-hari. Oh ya, harganya 2 kali lipat lebih dari harga sewa bandara pertama. Ada 5 kamar yang disewakan. Fasilitas yang lumayan, lengkap, bersih, tidak banyak aturan, dan ibu kos yang helpful.
Beberapa bulan yang lalu, hmmm, mungkin dua bulanan yang lalu, ada seseorang yang sebulanan transit di sebelah kamarku. Namanya Mbak Puana. Orang Makassar dan mau nerusin S2 di UGM. She was kind, cheerful, humble, so thin, and a good friend to talk to. We talked very well. Kami bercerita tentang apa saja. Musik, film, hobby, pengalaman, kota tinggal masing-masing, penulis favorit, cita-cita. Kita pergi nonton acara seni, hang out ke tempat-tempat wisata di Jogja, dia pernah nginep di rumahku boyolali, and wow, we did it only around a month. I like the way how Makassar people talk. Selalu ceria, dengan nada yang besar, semacam penuh kebahagiaan hahhahha... yea, she said, she liked writing also, someday I should read it.
On last Monday, i got texts from her. She asked me about how I’m doing, and also about Jogja. Ya, she misses this exotic Jogja a lot. Sayangnya dia nggak lolos ujian masuk S2 UGM. It means kami tidak akan bertemu dalam jangka waktu yang dekat. Oh ya, something I like to re read her last text is, she invited me to look around Makassar. Hehhehe, someday, hope I got the chance, and could come to her house also. 
Bandara –Bandara-Bandara
Pertemuan – perpisahan- pertemuan – perpisahan
Hello – bye – hello - bye
Tempat transit yang memberi banyak pengalaman hidup. Tempat yang mengajari bahwa nggak selamanya yang kelihatannya sempurna itu nyaman. Nggak selamanya teman yang kenal lebih lama, masi inget pas udah lama nggak ketemu. Bisa jadi temen yang baru kenal sebentar malah lebih akrab seperti yang aku alami, hehehhee..
Anyways, kamu pernah tinggal di bandara?

Thursday, August 22, 2013

CerSing (4)

Ini di daerah mana ya Pak?” tanyaku bingung
Ini daerah Gembira Loka. Belakang gudang susu SGM. Mbak dari mana dan mo mudik kemana?”
Dari Pugeran Pak, mo mudik ke Solo”
Mending lewat JEC aja Mbak, jadi dari lampu merah itu lurus, nanti ada lampu merah kedua, belok kanan, trus ngiriiiiiiiiiiiii ntar sudah sampe JEC” Terangnya diikutin gesture tangannya.
Oo, jadi dari lampu merah itu, aku lurus lagi ya Pak. Trus kanan, trus kiri??” ucapku mengulangi.
Hehhhe, terimakasih Pak. Pak, boleh minta tolong nggak? Benerin packingan tas saya yang ada dimotor?”
*Bapak tukang tambal ban itu kemudian mendekat ke motor saya*
Wah, Mbak, ini kebanyakan tali”
*sekilas memang talinya banyak dan ruwet kek hidup. Bapak itu kemudian mengambil gunting dan mulae memotong motong tali rafia yang mengikat tasku ke motor. Tasku kemudian diturunkan.
Hahhahaha, ini seperti tali ranjau, Mbak” ucapnya setelah membuka jok motorku, karena disitu talinya tak kalah ruwet.
Hehehhehe, biar kenceng sih pak tujuannya. Itu tadi malem dibantuin temen” (bohong 1). Sial. Padahal temen nggak ada yang bantuin, itu hasil kreasiku sampe jam 1 an malem :/
Pugeran itu JokTeng barat ya, kerja apa kuliah?”
Kerja Pak. Di Ring Road Selatan”.
Kerja di apa?”
Di export”
*kemudian ada temennya Bapak tukang tambal ban dateng*
Wah wah, ini bener2 mudik. Mau mudik kemana Mbak?” tanyanya persis kek Bapak tukang tambal ban yang tadi.
Solo Pak”
Kerja dimana?” tanyanya persis lagi
Di Ring Road Selatan Pak, di export”
Udah berapa lama di Jogja?”
3 bulan pak, jadi belum apal daerah sini” (bohong 2)
Lha ndak pernah jalan2, makanya ndak tau” sahut Bapak tukang tambal ban yang masi berkutat dengan tali dan tasku.
Hehehhe” aku ketawa wagu
Lha suaminya dimana?” kali ini temen Bapak tukang tambal ban kepo.
Belum nikah, hehhehee” kali ini ketawa tambah wagu
Lha umur berapa?”
24” (bohong 3). Tapi dari dulu aku keseringan, kalo ditanya umur pasti aku kurangin 1 pas jawab. Misal umur 20 aku jawabnya 19 :/
Pacarnya dimana?” lanjutnya dengan muka kepo tingkat Jogja
Di Solo hehehhehe” (bohong 4 :/) kali ini ketawa super wagu
*Nggak lama kemudian Bapak tukang tambal ban selesai*
Udah kenceng nih Mbak. Untuk jarak jauh aman”
Makasi Pak. Berapa Pak?”
Wah, wong Cuma bantuin nali aja kok. Nggak usah. Terserah”
*akirnya aku kasi duit 10.000*
Beneran nih Mbak? Ikhlas?” tanyanya
Iya, Pak. Terimakasih ya Pak”
Ya, hati2 di jalan”
Kapan2 maen sini” sahut temennya
Iya Pak. Terimakasih” ucapku seneng karena tas udah kenceng.
Si Temen bapak tukang tambal ban bantuin aku nyebrang. Hohoohoho, thanks God for those kind guys. Mudik yang rencananya jam enem pagi, tapi molor sampe jam 11 siang itu diwarnai dengan nyasar, lol. Rencananya si mau nyingkat jalan, eh malah nyasar2 wkwkwkkwkwkkk...sepanjang perjalanan aman si. Cuma sampe klaten karena jalannya enggak halus tas agak tergoncang goncang dan jadi miring, alhasil tetep berenti beberapa kali buat benerin. Sampe dirumah dengan selamat, alhamdulillah
This Cersing was made at home, August 05, 2013. The second time I had breakfasting with my parents. CerSing edisi mudik. Cersing edisi nyasar, daannnn CerSing edisi .....bohong, huhh :/

CerSing (3)

Ya iyalah, itu cara untuk menghidupkan hidup. Travel a lot. Hunting makanan yang belum pernah dicoba. Makan makanan favorit berkali-kali” ucapnya setelah menyeruput blue ocean icenya.
Oh ya, tadi pagi aku menang taruhan pas maen golf. Nggak banyak si, hehhee...Cuma 10.000 an. Cuma iseng, dan aku dapet sekitar 100.000 an. Mayaaan” lanjutnya sambil mengambil beberapa potong french fries lalu dimakan.
Trus, ntar weekend aku mo ke Dieng. Kamu pernah kesana? Ada telaga warna, pengilon, dan pertapaan goa Mandala Sari. Ada bukit Sidengkeng. Hal menarik lainnya, ada komplek Candi Arjuna, dimana itu adalah Candi hindu tertua di pulau Jawa. Kalo lapper, kita bisa makan mie ongklok disana. Pagi2 bisa liat fajar di bukit Sikunir, menikmati Golden Sunrise negeri di atas awan. Asik lho naek turun bukit. Bisa hunting foto di telaga cebong, di padang Savanna. Semuanya keren. Itu hidup. Itu hidup, hahahhahaha” ungkapnya bergairan lalu diakhiri dengan ketawa lebar.
Sekarang giliran kamu!”
Ha? Akuh?”
Iya, sebutin satu hal aja yang menurutmu itu sadness!”
Hah? Sadness? Kenapa sadness?” tanyaku agak kaget.
He-eh. Biar balance. Tadi kamu tanya aku tentang happiness, sekarang aku tanya kamu tentang sadness”. Dia menjelaskan sambil mengambil selembar tissue.
Hmm, OK” jawabku sambil menarik napas agak panjang.
Menurutku, sadness itu adalah mmmmm ketika mmmm, laper” jawabku sambil menyendok sisa sisa lasagna.
Hahhhahhhaa, dasar” ketawanya lebar sambil noyor kepalaku.
This CerSing was made in boarding house. Last fasting night in Jogja, karena keesokannya mudiiikkkkkkk......happyh mudik kalian semua yang menjalankan ini jugak CerSing edisi ngayal ngayal babu ntar pas weekend ke Dieng, lol...